Tinta adalah bagian yang sangat penting dari teknologi cetak inkjet. Pengembangan dari penelitian untuk tinta inkjet adalah hal yang penting dari teknologi inkjet. Ini karena tinta tidak hanya menentukan kualitas hasil cetakan, namun juga menentukan karakteristik pengeluaran droplet dan keandalan sistem printing.

Contoh Formula Tinta Inkjet

Contoh Formula Tinta Inkjet

Tinta inkjet pada umumnya mengandung yaitu : pewarna (colorant), pembawa (vehicle) dan aditif. Vehicle adalah air, solvent, resin atau lainnya. Vehicle adalah komponen utama dan prosentasenya dalam suatu komposisi adalah 40 – 90 % tergantung tipe tinta. Pewarna adalah material yang menciptakan warna dari hasil cetakan yang prosentasenya sekitar 1 – 10 %. Sisanya adalah aditif. Aditif itu meningkatkan sifat kimia dan fisika dari tinta seperti kekentalan (viscosity), kekuatan rekat (adhesion strength), stabilitas panas (heat stability), laju pengeringan (untuk tinta reaktif), tegangan permukaan (surface tension), dan lainnya. Tinta inkjet dapat diklasifikasikan ke beberapa grup berdasar beberapa perspektif. Salah satunya adalah dari sisi vehicle yaitu : aqueous / waterbased, nonaqueous / solventbased, phase change / perubahan fase, dan reaktif. Dari sisi pewarnanya yaitu : dye based dan pigmen based.
Dalam memproduksi tinta inkjet, pertama-tama harus ditentukan produk apa yang akan diproduksi dan bahan apa yang akan digunakan. Dua hal ini akan menentukan peralatan apa saja yang dibutuhkan dan tentunya jumlah investasi yang akan dikeluarkan. Pada industri tinta inkjet, secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 cara, yaitu:

  1. Memproduksi dye dan pigmen dari bahan dasar.
  2. Memakai dye yang ada di pasaran kemudian memurnikannya agar sesuai dengan spesifikasi tinta inkjet.
  3. Memproduksi preparat pigmen (melakukan proses grinding pigmen).
  4. Memproduksi tinta dari dye dan preparat pigmen yang telah siap pakai dan sesuai dengan spesifikasi tinta inkjet.

.

HOTLINE SERVICE : 0857-3158-3333 , 031-70322908